Faktor Penyebab Keramik Lantai Popping

kontraktor jogjaFAKTOR PENYEBAB KERAMIK LANTAI POPPING

Keramik Lantai Popping – Salah satu masalah terhadap keramik lantai rumah adalah mengalami retakan, menggelembung atau popping. Hal ini tentunya membuat kita sebagai penghuni rumah tidak nyaman bukan? Lantas sebenarnya apa sih penyebab dari lantai popping?

Lalu apa saja yang menyebabkan lantai keramik menggelembung?

  1. Penyusutan kandungan pada perekat semen pasir. Perekat lantai keramik biasanya terbuat dari campuran semen, pasir, dan air. Lama kelamaan kandungan air semakin berkurang sehingga perekat mengalami penyusutan dan menyebabkan lantai lepas.
  2. Perubahan suhu yang ekstrim juga dapat membuat lantai lepas. Perekat mengalami muai susut sehingga lama kelamaan lantai pun terlepas. Hal ini umum terjadi pada ruangan yang biasa panas lalu dipasang AC dingin. Area outdoor seperti teras juga rentan terhadap masalah popping. Biasanya terjadi pada keramik yang berkualitas rendah yang tidak tahan dengan perubahan suhu lingkungan ekstrim.
  3. Pembebanan yang berlebih dapat menyebabkan lantai keramik terangkat. Hal ini wajar terjadi karena beban pada satu sisi keramik akan mengungkit dan membuatnya terlepas.
  4. Aplikasi perekat yang tidak merata dan menyebabkan ada bagian bawah lantai yang kosong. Udara yang terjebak ketika mengalami pemuaian akan mendorong keramik ke atas. Selain itu apabila ada pori-pori yang memungkinkan air untuk masuk ke dalam rongga ini, apabila dimasuki air akan menjadi lembab lalu berjamur.
  5. Penurunan permukaan tanah. Umum terjadi pada kondisi tanah yang tidak stabil atau pengambilan air tanah secara berlebihan.
  6. Pada rumah-rumah yang terletak di pinggiran jalan raya, getaran akibat lalu lalang kendaraan dapat menyebabkan lantai keramik mengalami popping.
  7. Nat yang terlalu rapat tidak memberikan ruang bagi muai-susut keramik. Lantai keramik akan terdorong sehingga terangkat ke atas.

Apabila lantai sudah mengalami popping, cara memperbaikinya adalah dengan mengganti bagian-bagian yang lepas. Tentu saja kita tidak menginginkan ini terjadi karena dapat membuat lantai tidak seragam sehingga terlihat belang-belang. Oleh karena itu, kita harus mengatasi terjadinya popping dengan cara-cara berikut:

  1. Hindari pemasangan nat keramik yang terlalu rapat. Jarak yang disarankan adalah 2 atau 3 mm. Agar pemasangan lebih rapi, Anda bisa menggunakan tile spacer yang berfungsi untuk mengatur jarak nat ubin.
  2. Gunakan perekat khusus yang tahan terhadap muai-susut keramik maupun beton. Perekat khusus ini juga mampu mengurangi penyusutan air. Kelebihan lainnya, proses curing atau pengeringan campuran perekat akan menjadi lebih cepat sehingga menghemat waktu pengerjaan dan biaya.
  3. Gunakan adukan semen dan pasir yang berkualitas. Perbandingan yang disarankan untuk semen : pasir adalah 1:4. Pastikan tercampur secara merata serta pasir yang digunakan berkualitas baik dan tidak tercampur tanah.
  4. Menggunakan sealant pada beberapa bagian antar keramik (sehingga tidak seluruhnya diisi dengan nat). Sealant yang sifatnya elastis dapat mengatasi muai susut antar keramik. Disarankan di setiap luasan keramik 25 m². Biasanya di bawah sealant ini struktur dipasangi expansion joint untuk mengatasi pergeseran struktur.Nah sekarang Anda sudah mengerti penyebab lantai menggelembung atau popping serta cara mengatasinya.

ARSITEK INDO KONTRAKTORKONTRAKTOR JOGJA | JASA ARSITEK | BANGUN RUMAH adalah satu-satunya solusi bagi anda yang mempunyai rencana membangun sebuah rumah, ruko, kost-kostan, toko, guest house, kantor, renovasi bangun dll. Konsultasi Gratis Siap datang ke tempat Anda KLIK DISINI. Atau hubungi kami di Telp/SMS/WA : 081558263270

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat