6.    Membuat Kolom Di Sudut Dinding

Seperti tiang yang disisipkan di antara dinding, kolom akan berfungsi sebagai bingkai untuk pemasangan dinding. Kita tidak boleh memiliki sudut dinding tanpa pilar bata, jika tidak batu bata akan berbaris tidak teratur dan tidak bisa untuk menahan beban. Hal ini akan berpengaruh terhadap kekuatan dinding dalam jangka panjang.

7.    Memasang Rangka Baja

Dinding bata yang kuat harus memiliki sesuatu untuk menahan lantai dengan pilar batu bata, itulah alasan mengapa kita harus menyambungkan kawat berdiameter 6mm ke dalam pilar beton. Buatlah panjang minimal 40 cm untuk menjaga dinding bata kuat agar tidak jatuh ke bawah.

8.    Basahi Batu Bata Sebelum Memulai Plesteran

Setelah pembentukan selesai, diamkan beberapa saat sebelum memulai plesteran. Kemudian, satu hari sebelum plesteran, kita harus mebasahi dinding, kemudian sekali lagi di pagi hari pada tanggal plesteran. Hal ini untuk mencegah air menyerap yang dapat menyebabkan dinding retak nantinya.

9.    Gunakan Mixer Untuk Mencampur Mortar Untuk Plesteran

Walaupun cara tradisional juga bisa digunakan untuk mencampur mortar, namun kita bisa mendapatkan hasil mortar yang lebih baik saat menggunakan mixer dimana hal ini lebih efisien untuk dilakukan daripada menggunakan cara tradisional.

10.    Tetap Basahi Dinding Untuk Menjaga Plesteran Tetap Baik

Karena air adalah kunci untuk mengembangkan kekuatan semen, maka, untuk memberi air yang cukup pada semen, pengairan harus dilakukan setelah melakukan plesteran, setidaknya satu hari sekali hingga 3-7 hari. Airnya bisa saja mengotori area lainnya, tapi proses ini tidak boleh tidak dilakukan. Langkah pengairan ini akan membantu menghindari retak yang berpengaruh pada kekuatan dinding.

BACA JUGA  Cat Warna Rumah Ala Barbara Jacobs #1
WhatsApp chat